Rangkuman singkat perjalanan Masjid Indonesia Tokyo (1436 H – 1437 H)


Setahun sudah berlalu sejak acara Ground Breaking Masjid Indonesia Tokyo oleh Duta Besar RI, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. Setahun sejak acara tersebut, alhamdulillah tahun ini, tepatnya pada Tanggal 6 Ramadan 1437 H telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kontrak antara KMII, Espad Corporation (Desainer), dan Eikou Corporation (Kontraktor).

Melalui tulisan ini, kami merangkum secara singkat proses keberjalanan pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.

1. Penunjukan dan pemilihan perusahaan desainer yang menjadi konsultan bidang desain dan juga pengawaspada saat proses konstruksi.

Pada tanggal 7 Agustus 2015, KMII secara resmi menunjuk Espad Corporation sebagai desainer dan pendamping KMII dalam proyek pembangunan Masjid Indonesia Tokyo. Dalam pekerjaan pembangunan masjid, Espad tidak hanya membuat desain masjid, namun juga mendampingi panitia dalam pengurusan izin, dan juga menjadi pengawas proyek pembangunan masjid.

2. Proses desain awal hingga desain detail.

Dalam proses ini, Panitia berkorespondensi dengan Espad terkait desain Masjid yang sudah mengadaptasi peraturan2 desain bangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Jepang (standar tinggi bangunan, desain atap, dan lain sebagainya). Proses desain dibagi menjadi 2 tahap yaitu desain dasar berupa pondasi dan bentuk dasar masjid, dilanjutkan dengan desain detail berupa rancangan tempat wudhu dan berbagai detail bangunan,seperti tangga dll. Selain itu, dilakukan juga persiapan lahan pembangunan berupa pembongkaran gudang dan pemotongan pohon yang ada di lahan pembangunan masjid.

3. Pengurusan Izin pembangunan masjid.

Panitia, bersama dengan Espad, mendaftarkan izin pembangunan masjid (bangunan tempat ibadah) kepada pemerintah kota meguro. Korespondensi dengan pemerintah kota juga dilakukan terkait keadaan SRIT saat ini, karena tanah yang akan digunakan dalam pembangunan masjid terletak di dalam SRIT.

4. Merespon permintaan warga sekitar mengenai penjelasan tentang pembuangan sampah ketika proses konstruksi dan setelah konstruksi.

Salah satu poin yang harus diperhatikan dalam pengurusan ijin kepada Pemerintah Meguro adalah sosialisasi pembangunan kepada warga sekitar. Oleh karena itu, panitia pembangunan bekerjasama dengan Espad mengadakan acara sosialisasi pembangunan, dan mengundang warga sekitar untuk datang ke SRIT.

Dalam acara tersebut, terjadi tanya jawab yang hangat dari warga sekitar, terutama sekitar perubahan tempat pembuangan sampah dan upaya untuk membuat warga sekitar tetap nyaman jika masjid sedang dipergunakan untuk ibadah. Dari pertemuan ini, panitia menangkap reaksi positif dari warga sekitar terhadap pembangunan masjid.

5. Pelelangan konstruktor.

Sebagai langkah terakhir dalam persiapan konstruksi, maka panitia bersama Espad melakukan pelelangan proyek ini kepada konstruktor.

Ketika pemilihan konstruktor, panitia menginginkan agar Espad juga melakukan analisis kualitatif, tidak hanya kuantitatif. Hal ini bertujuan agar panitia dapat yakin bahwa proyek pembangunan masjid ini akan berlangsung secara lancar dan selesai sesuai waktu yang telah disepakati bersama.

Terdapat beberapa konstruktor yang memasukkan proposal kepada Espad, Setelah melalui proses seleksi kualitatif dan kuantitatif, terpilih Eikou Corporation yang menawarkan harga pembangunan sebesar JPY 150.000.000.

6. Penggalangan dana.

Biaya pembangunan yang melebihi target panitia membuat panitia harus lebih bersemangat dalam mengumpulkan dana masyarakat demi tercapainya cita-cita pembangunan Masjid Indonesia Tokyo. Upaya penggalangan dana dilakukan kontinu melalui acara-acara yang diselenggarakan bersama dengan KMII.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *