Program Wakaf


Perhatian: maaf, program wakaf telah ditutup sekarang seiring dengan telah tercukupinya dana untuk pembangungan masjid. Akan tetapi, kami masih membuka donasi/infaq bagi Anda yang ingin berpartisipasi. Nantinya dana infaq/donasi tersebut akan kami gunakan untuk melengkapi fasilitas masjid, biaya operasional masjid, dan biaya pendukung kegiatan dakwah Masjid Indonesia Tokyo. Untuk lebih lengkapnya lihat di sini.

Latar Belakang:

Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang sebagai lembaga/organisasi sosial masyarakat Islam Indonesia di Jepang memiliki fungsi pelayanan dan pembinaan umat islam Indonesia secara khusus, dan dakwah islam di Jepang secara umum. Salah satu program KMII bekerja sama dengan KBRI Tokyo adalah mendirikan Masjid Indonesia Tokyo sebagai salah satu perwujudan aspirasi masyarakat Indonesia. Melalui program ini dibentuklah panitia pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.

Dalam rangka mewujudkan dan akselerasi pembangunan Masjid Indonesia Tokyo, maka dibentuklah program paket wakaf berupa uang tunai yang ditujukan untuk pembangunan masjid. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinfaq dalam bentuk wakaf, dan juga untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab akan masjid sehingga warga tetap bersemangat untuk memakmurkan dan menghidupkan masjid

 

Tujuan:

  1. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinfaq dalam bentuk “wakaf” untuk program pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.
  2. Menumbuhkan rasa “kepemilikan” dan tanggung jawab akan masjid yang akan didirikan sehingga warga nantinya akan tetap selalu bersemangat untuk menghidupkan dan memelihara masjid bersama.
  3. Akselerasi pengumpulan dana pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.

 

Dasar Pemikiran:

  1. SK KMII Jepang No. 001/KPTS/KMII/I/2002 perihal perwujudan aspirasi masyarakat Indonesia di Jepang untuk pembangunan masjid di Tokyo.
  2. Surat tanggapan Kemenlu No. B-01718/KEMLU/150225 perihal izin penggunaan lahan SRIT untuk pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.
  3. Fatwa MUI tentang wakaf uang yang ditetapkan di Jakarta, 28 Shafar 1423H (11 Mei 2002) terkait hukum kebolehan (Jawaz) wakaf berupa uang tunai.
  4. UU No 41 tahun 2004 pasal 15 dan 16 tentang harta benda wakaf, salah satunya adalah berbentuk uang.
  5. Hadist riwayat Muslim dari Abu Hurairah: ”Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga sumber,yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu pengetahuan yang dapat diambil manfaatnya, dan anak shaleh yang mendoakannya”.

 

Program Paket Wakaf Tunai:

Mengingat tanah yang akan dipakai adalah milik negara (yang sudah mengizinkan pemakaiannya untuk pendirian masjid), maka wakaf tunai dalam hal ini adalah wakaf yang dinilaikan dalam bentuk uang (jenis yen) senilai dengan harga bangunan per satuan tertentu. Penentuan satuan unit terkecil dalam program paket wakaf tunai adalah dengan luas lahan untuk tempat shalat satu orang, atau dengan kata lain adalah luas lahan 0,5 m2.

Berdasarkan satuan unit terkecil tersebut maka harga satu paket wakaf adalah sebesar 125,000 yen (seratus dua puluh lima ribu yen). Harga ini berdasarkan nilai quote yang dibuat oleh pihak Tokyu Construction. Harga satuan ini dapat berubah berdasarkan harga total konstruksi yang disepakati pada saat pembangunan masjid dimulai. Penentuan jumlah paket dapat disesuaikan menurut waqif (pemberi wakaf) dan berlaku dengan kelipatan bilangan bulat.

Sebagai pihak penerima wakaf (mauquf ‘alaih), KMII telah membentuk badan kecil (pendaftaran, pengaturan saksi dll) dalam hal ini dan juga mengeluarkan sertifikat untuk wakaf tunai ini. Wakaf tunai yang terkumpul nantinya akan dikumpulkan menjadi satu dengan infaq yang telah maupun akan terkumpul nantinya.

 

Rukun Wakaf:

Terdapat empat rukun yang harus dipenuhi dalam berwakaf, yaitu:

  1. Waqif, yaitu pihak yang mewakafkan harta benda miliknya.
  2. Nazhir atau Mauquf ‘alaih, yaitu pihak yang menerima harta benda wakaf dari waqif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya, yang dalam hal ini adalah tim khusus bentukan KMII Tokyo dan Panitia Pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.
  3. Mauquf, yaitu harta benda wakaf, yang dalam hal ini berupa uang tunai dalam yen dengan paket yang telah dijelaskan diatas. Adapun untuk mata uang lain, konversi ke yen mengikuti kurs pada hari iqrar.
  4. Iqrar atau Shighat, yaitu pernyataan kehendak waqif kepada nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya.

 

Tata Cara Berwakaf:

Ada dua cara wakaf tunai untuk Masjid Indonesia Tokyo, yaitu:

  • Offline (Tatap Muka Langsung)

  1. Waqif  (pemberi wakaf) mengisi surat akad wakaf dan menyampaikan nilai wakaf tunai (mauquf) yang akan diserahkan kepada panitia wakaf yang ditunjuk KMII sebagai pihak penerima wakaf (mauquh ’alaih). Pendaftaran wakaf tatap muka langsung dibuka di;
    • Aula SRIT dengan bapak Jamal (sebelum/sesudah solat Jum’at), atau
    • Mushola S3 building Tokyo Institute of Technology dengan bapak Firman (Senin s.d. Jum’at).
  2. Panitia wakaf mengatur proses penyerahan (iqrar) dan juga saksi yang diperlukan.
  3. Waqif (pemberi wakaf) menyerahkan wakaf tunainya (mauquf) kepada panitia wakaf baik secara langsung (cash) maupun tidak langsung (transfer ke rekening masjid yang telah ditentukan).
  4. Panitia wakaf menyerahkan sertifikat wakaf yang dikeluarkan KMII kepada waqif (pemberi wakaf).
  • Online / (Tidak langsung)

Alur Wakaf Online

  1. Waqif (pemberi wakaf) mengirim email ke panitia pembangunan masjid (panitia@masjid-indonesia.jp) tentang keinginan berwakaf dengan menuliskan nama, alamat lengkap, dan nilai wakaf tunai (mauquf) yang akan diserahkan kepada KMII sebagai pihak penerima wakaf (mauquh ’alaih).
  2. Panitia wakaf memberikan surat akad wakaf melalui email kepada waqif (pemberi wakaf).
  3. Waqif mencetak (print), mengisi, menandatangani, dan mengirimkan kembali surat akad wakaf ke email panitia wakaf (dalam bentuk pdf atau jpg file).
  4. waqif (pemberi wakaf) mentransfer sejumlah uang seharga luas bangunan yang ingin diwakafkan ke rekening masjid yang telah ditentukan.
  5. Panitia wakaf bersama wakif mengatur jadwal untuk proses penyerahan wakaf (iqrar) melalu skype beserta para saksi.
  6. KMII mengeluarkan sertifikat wakaf dan mengirimkan ke alamat  waqif (pemberi wakaf) melalui pos setelah data dan jumlah uang telah terverifikasi.

Demikian program wakaf tunai ini dibuat oleh panitia pembangunan Masjid Indonesia Tokyo beserta KMII untuk kebaikan bersama. Semoga segala upaya yang telah diputuskan bernilai berkah dan diridhai oleh Allah ’azza wa jalla.